Senin, 15 Oktober 2012

REMAJA & PERMASALAHANNYA


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam rentang kehidupan manusia, terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase yang tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini.
Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anak-anak menuju masa dewasa. Secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap.
Salah satu pakar psikologi perkembangan Elizabeth B. Hurlock (1980) menyatakan bahwa masa
remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat ia mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum.

B.      Rumusan Masalah
1.       Apakah yanng dimaksud dengan masa remaja?
2.       Apakah yang dimaksud dengan periode pueral?
3.       Bagaimana ciri khas anak puer dan karakteristik remaja?
4.       Apa saja masalah identifikasi anak puer?

C.      Tujuan
Dengan mempelajari materi ini nantinya, kita diharapkan mampu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya masa puber itu. Dan apa saja yang terjadi pada masa-masa ini, serta apa saja permasalahan yang umumnya sering dihadapi oleh para remaja.
Melalui makalah ini, akan disampaikan sesederhana mungkin bagaimana hal tersebut diatas. Termasuk kita juga akan membahasa masa pueral, dimana pada masa ini merupakan masa remaja awal.



BAB II
PEMBAHASAN


A.      Masa Remaja
Masa remaja juga disebut masa-penghunung atau masa-peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa.  Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan fungsi-fungsi rokhaniah dan jasmaniah, terutama fungsi seksual.  Yang sangat menonjol dari fungsi ini adalah: “kesadaran yang mendalam mengenai diri sendiri, dengan mana anak muda mulai meyakini kemauan, potensi dan cita-cita sendiri.  Dengan kesadaran tersebut ia berusaha menemukan jalan hidupnya; dan mulai mencari nilai-nilai tertentu, seperti kebaikan, keluhuran, kebijaksanaan, keindahan dan sebagainya.”
Pada periode ini terdapat kematangan fungsi jasmaniah yang biologis, berupa: kematangan kelenjar kelamin; yaitu testes (buah zakar, kelepir) untuk anak laki-laki; ovarium atau indung telur pada anak perempuan. Keduanya merupakan tanda-tanda kelamin primer.  Sebelumnya, peristiwa ini didahului oleh tanda-tanda kelamin sekunder, yang secara kronologis mendahului ciri-ciri primer. Antara lainnya ciri sekunder itu adalah berupa gangguan-gangguan peredaran darah, sering berdebar-debar, menggigil, pertumbuhan rambut pada alat kelamin, ketiak, kumis, cambang, dan perubahan suara. Disamping itu pada anak perempuan akan terjadi perluasan dada dan tumbuhnya payudara; juga menebalnya lapisan lemak disekitar pinggul, paha dan perut.
Menurut beberapa ahli medis, percepatan pertumbuhan jasmaniah tersebut menyebabkan sedikit melemahnya fungsi rokhaniah. Peristiwa ini disebut sebagai “astheni fungsonal”.
Masa remaja atau masa pubertas bisa dibagi dalam empat fase, yaitu:
1.       Masa awal pubertas, disebut pula sebagai masa pueral atau pra-pubertas.
2.       Masa-menentang kedua, fase negatif, trotzalter kedua, periode verneinung.
3.       Masa pubertas sebenarnya, mulai 14 tahun.  Masa pubertas anak wanita pada umumnya berlangsung lebih awal daripada anak laki-laki.
4.       Masa adolesensi, mulai usia 17 tahun sampai sekitar 19-21 tahun.

B.      Periode Pueral (Pra-Pubertas atau Pubertas Awal)
Masa pueral atau pra-pubertas ini ditandai oleh berkembangnya tenaga fisik yang melimpah. Keadaan tersebut menyebabkan tingkah laku anak kelihatan kasar, canggung, brandalan, kurang sopan, liar dan lain-lain. Pada masa ini pertumbuhan jasmaniah sangat pesat. Anak jadi cepat besar, bobot, badannya naik dengan pesat dan tubuhnya bertambah panjang. Makannya banyak sekali, terutama anak laki-laki dan aktivitasnya meningkat.
Bersamaan dengan hal di atas, maka turut berkembang pula tingkat intelektualitas yang sangat intensif; sehingga minat anak pada dunia luar sangat besar. Perkembangan intelektual ini membangunkan macam-macam fungsi psikis dan rasa ingin tahu rokhaniah (psychological curiosity); sehingga tumbuh dorongan yang kuat untuk mencari ilmu dan pengalaman baru.
Peningkatan aktivitas ini berarti peningkatan agresivitas anak; akan tetapi merupakan:
1.       Proses intensifikasi dari daya-adaptasi anak terhadap realitas dunia,
2.       Merupakan usaha untuk lebih menguasai lingkungannya, dan mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.
Semua kegiatan itu dimungkinkan oleh adanya prinsip perkembangan yang aktif-dinamis pada anak. Sumber semua aktivitas tersebut ialah:
1.       Dorongan tumbuh tau kemampuan-menjadi, dan
2.       Dorongan mandiri (dorongan berdiri sendiri)   

C.      Ciri-Ciri Khas Anak Puer
Ciri paling menonjol pada usia ini adalah rasa harga diri yang makin menguat.  Tidak ada periode kehidupan yang secara psikis begitu positif kuat daripada periode pueral. energi yang keluar berlimpah-limpah memanifestasikan diri dalam bentuk keberanian, keriangan, kericuhan, perkelahian-perkelahian dan olok-olok atau saling mengganggu. Pada anak perempuan gejalanya tidak begitu “panas” seperti anak laki-laki. Biasanya ditampilkan dengan sikap yang ketus, cerewet dan tertawa “ngikik-ngikik” tanpa sebab yang penting.
Aktivitas anak hampir seluruhnya diarahkan keluar, dan ditampilkan dalam macam-macam prestasi. Anak puer ini mempunyai keinginan yang menggebu-gebu untuk menarik perhatian orang lain pada dirinya; juga timbul dorongan kuat untuk menguasai anak lain. Ada hasrat untuk berprestasi tinggi, melebihi anak lain. Dia merasa mampu melakukan apapun juga, sehingga condong melebih-lebihkan kemampuan diri sendiri.
Ciri khas anak puer ini adalah: paling suka bermulut besar, “ngibul’, menyombongkan diri, beraksi/berlagak dan sesumbar, memamerkan kekuatan sendiri. Anak-anak gadis juga ingin menonjolkan dirinya dengan cara: menjadi “centil”, kenes, cerewet, ketus, sombong, banyak lagak, suka memakai baju-baju yang bagus atau eksklusif, memakai macam-macam perhiasan; dan menyukaipotongan rambut yang paling terakhir. Semua ini ditujukan untuk menarik perhatian orang lain dan didorong oleh tuntutan pengakuan egonya.

D.      Karakteristik Masa Remaja
Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
a.       Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan minta yang baru.
b.      Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.
c.       Masa remaja adalah periode perubahan
Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu, (1) peningkatan emosionalitas, (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, (3) perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru, (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.
d.      Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama, pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
e.      Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status, seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.
f.        Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.
g.       Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga, teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.
h.      Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum, mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual.

E.       Tugas Perkembangan Masa Remaja
Semua tugas-tugas perkembangan masa remaja terfokus pada bagaimana melalui sikap dan pola perilaku kanak-kanak dan mempersipakan sikap dan perilaku orang dewasa. Rincian tugas-tugas pada masa remaja ini adalah sebagai berikut :
1. Mencapai relasi yang lebih matang dengan teman seusia dari kedua jeniskelamin
2. Mencapai peran sosial feminin atau maskulin
3. Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif
4. Meminta, menerima dan mencapai perilaku bertanggung jawab secara sosial
5. Mencapai kemandirian secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
6. Mempersiapkan untuk karir ekonomi
7. Memperiapkan untuk menikah dan berkeluarga
8. Memperoleh suatu set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku.

F.       Masalah-masalah remaja
Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:
  1. Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
  2. Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orang tua.
Bellak (dalam Fuhrmann, 1990) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. Menurutnya, remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Akibatnya timbul perasaan terasing, keputusasaan, absurditas, problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya.
                Selain menurut para ahli di atas, terdapat beberapa aspek yang bisa menyebabkan seorang anak khususnya pada masa remaja. Antara lain diantaranya dari beberapa segi atau aspek ruang lingkupnya, diantaranya:
A.      Kondisi Keluarga
kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja, yaitu:
a.       Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu
b.      Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga
c.       Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek
d.      Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak
e.      Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak
f.        Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak
g.       Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain
h.      Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten, kontrol yang tidak cukup
i.         Kurang stimuli kongnitif atau sosial
j.        Lain-lain, menjadi anak angkat, dirawat di rumah sakit, kehilangan orang tua, dan lain sebagainya.

B.      Kondisi Sekolah
Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut, antara lain;
a.       Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai
b.      Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai
c.       Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai
d.      Kesejahteraan guru yang tidak memadai
e.      Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang
f.        Lokasi sekolah di daerah rawan, dan lain sebagainya.

C.      Lingkunga Masyarakat
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor lingkungan masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain:
a.       Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan)
1)      Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malam bahkan sampai dini hari
2)      Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya
3)      Pengangguran
4)      Anak-anak putus sekolah/anak jalanan
5)      Wanita tuna susila (wts)
6)      Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan
7)      Perumahan kumuh dan padat
8)      Pencemaran lingkungan
9)      Tindak kekerasan dan kriminalitas
10)   Kesenjangan sosial
b.      Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas)
1)      Penyalahgunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya
2)      Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal
3)      Kebut-kebutan
4)      Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan
5)      Perkosaan
6)      Pembunuhan
7)      Tindak kekerasan lainnya
8)      Pengrusakan
9)      Coret-coret dan lain sebagainya
Dari beberapa faktor di atas, sudah dapat kita ketahui bahwa banyak permasalahan yang bisa dihadapi oleh seorang remaja dalam masa perkembangannya, mulai dari masalah pribadi, keluarga bahkan masalah sosial. Oleh sebab itu maka pentinglah bagi kita untuk memahami faktor-faktor serta permasalahan dalam ruang lingkup remaja.


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa dimana seorang manusia akan mulai belajar untuk mempersiapkan perubahannya dari masa anak-anak, menuju masa dewasa. Dimana pada masa ini banyak hal menarik yang akan memberikan pengalaman dan pembelajaran baik bagi para remaja.
Dan atas berbagai aspek yang bsa menjadi fakor penyebab timbulnya perilaku menyimpang pada remaja, di sinilah peran penting pendidik beserta orang tua untuk menjadi pendamping serta pendidik yang secara langsung bisa mengarahkan dan setidaknya mau menginformasikan pada remaja. Agar masa remajanya bisa lebih terarah dan lebih baik, serta terhindar dari berbagai masalah yang ada.

B.      Saran
Pada pendidik dan orang tua, hendaknya mampu untuk mengarahkan dan mengajarkan pada anak dan pada remaja khususnya. Agar nantinya mreka dapat menunaikan tugas perkembangan mareka dengan baik, sebab tugas perkembangan yang terpenuhi dengan baik. Hal itulah yang akan menjadikan masa dewasanya nanti dengan baik.
Peran serta semua pihaklah yang akan sangat mendukung tumbuh kembang remaja, oleh sebab itu lingkungan yang baik merupakan tempat yang baik untuk masa pencarian jati diri remaja.





DAFTAR PUSTAKA

Kartono, Kartini.  2007.  Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan).  Bandung: CV. Mandar Maju

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=remaja+dan+permasalahannya&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fsofia-psy.staff.ugm.ac.id%2Ffiles%2Fremaja_dan_permasalahannya.doc&ei=IndyUOKyHMiHrAfDt4DIDg&usg=AFQjCNHq_a8bqOhg7jJImY51Q9y8VnL_LA (Diakses Tanggal 8 Oktober 2012, Pukul 13.15 WITA)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar