Jumat, 21 September 2012

Perilaku Kognitif



Perilaku dan Kognitif

A.      Teori Belajar Kognitif
Teori belajar kognitif merupakan teori belajar yang lebih menitik beratkan pada proses belajar dari pada nilai dari hasil belajar itu sendiri.  Pada masa awal dikenalkannya aliran ini, para ahli menjelaskan bagaimana siswa mengolah stimulus, dan bagaimana siswa tersebut bisa sampai pada respon tertentu.  Namun lambat laun perhatian ini mulai bergeser.  Saat ini perhatian mereka tertuju pada proses bagaimana suatu ilmu yang baru berasimilasi dengan ilmu yang sebelumnya telah dikuasai oleh siswa tersebut.
Menurut teori ini,
ilmu pengetahuan dibangun dalam diri individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkugan.

1.       Kognitif menurut Ahli
a.       Jean Piaget
Menurut Piaget (1975) salah seorang penganut aliran kognitif yang kuat, bahwa proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan, yakni: 1. Asimilasi (penyatuan); 2. Akomodasi (penyesuaian); 3. Equilibrasi (penyeimbangan).
Menurut Piaget, proses belajar harus disesuaikan dengan kognitif yang dilalui siswa, yang dalam hal ini Piaget membaginya menadi emoat tahap, yaitu:
1.       Tahap sensori-motor (ketika anak berumur 1,5 sampai 2 tahun),
2.       Tahap Pra-operasional (2/3 sampai 7/8 tahun),
3.       Tahap Operasional-konkret (7/8 sampai 12/14 tahun), dan
4.       Tahap Operasional-formal (12 tahu atau lebih)
Proses belajar dari masing-masing tahapan merupakan hal yang berbeda satu sama lainnya. Secara umum, semakin tinggi tingkat kognitif seseorang semakin teratur (dan juga semakin abstrak) cara berpikirnya.
b.      Ausubel
Menurut Ausubel (1968), siswa akan belajar dengan baik jika apa yang disebut “pengatur kemajuan (belajar)” (Advance organizers) didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa.  Ausubel percaya bahwa “Advance organizers” dapat memberikan tiga macam manfaat, yaitu:
1.       Dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi belajar yang akan dipelajari oleh siswa;
2.       Dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari siswa “saat ini” dengan apa yang “akan” dipelajari siswa; sedemikian rupa sehingga
3.       Mampu membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah.
c.       Bruner
Bruner (1960) mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teori ini, proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suat aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dan sebagainya) mellui cotoh-contoh yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya. Dengan kata lain, siswa dibimbing secara induktif untuk memahami suatu kebenaran umum.
Bruner berbandangan bahwa teori belajar itu bersifat deskriptif, sedangkan pembelajaran itu bersifat preskriptif.
Secara umum, proses kognitif dapat dibagi menjadi lima bidang studi:
1.       Presepsi (perception)
Presepsi adalah memasukkan dan menganalisa informasi dari dunia luar.
2.       Perhatian (attention)
Proses perhatian memungkinkan kita berkonsentrasi pada suatu sumber informasi atau lebih dan tetap mempertahankan informasi tersebut.
3.       Ingatan (memory)
Ingatan adalah simpanan informasi tentang fakta, kejadian, dan keterampilan.
4.       Bahasa (language)
Bahasa meliputi penggunaan lambang-lambang sebagai alat berkomunikasi dan berfikir.
5.       Berfikir (thinking)
Groome et al. (1999) menyatakan, berfikir meliputi “beragam aktifitas mental seperti ide-ide baru, membuat teori, memperdebatkan sesuatu, membuat keputusan, dan memecahkan masalah”.
Aliran Psikologi kognitif menekankan proses-proses mental dan pengaruhnya pada perilaku kita. Kognitif merupakan suatu bidang studi yang berdiri sendiri, sekaligus sebuah pendekatan untuk semua bidang psikologi.
B.      Perilaku
a.       Gambaran Umum Perilaku
Perilaku adalah merupakan bentuk perbuatan/tindakan serta perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain atau pun orang yang melakukannya.
·         Perilaku mempunyai beberapa dimensi:
1)      fisik, dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, durasi dan intensitasnya;
2)      ruang, suatu perilaku mempunyai dampa kepada lingkungan (fisik maupun sosial) dimana  perilaku itu  terjadi;
3)      waktu, suatu perilaku mempunyai  kaitan dengan masa lampau maupun masa yang akan datang.
Perilaku diatur oleh prinsip dasar perilaku yang menjelaskan bahwa ada hubungan antara perilaku manusia dengan peristiwa lingkungan. Perubahan perilaku dapat diciptakan dengan merubah peristiwa didalam lingkungan yang menyebabkan perilaku tersebut.

·         Perilaku dapat bersifat covert ataupun overt, yang penjabaranya:
1)      overt artinya nampak (dapat diamati dan dicatat)
2)      covert artinya tersembunyi (hanya dapat diamati oleh orang yang melakukannya)

b.      Karakteristik Prilaku
·         Fokus kepada perilaku (prosedur pengubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan merubah karakter atau sifat seseorang)
Perilaku yang dirubah disebut target perilaku meliputi perilaku yang berlebihan atau perilaku yang  tidak/kurang dimiliki oleh orang. Treatment dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Pengubahan perilaku akan lebih efektif  apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu yang perilakunya menjadi target pengubahan seperti guru, orangtua atau orang lain yang dilatih tentang pengubahan perilaku.

C.      Perilaku Kognitif
Dari apa yang sudah dibahas dari penjabaran di atas,  maka pengertian perilaku kognitif merupakan bentuk perbuatan atau tindakan yang merupakan ungkapan dari sebuah pola pikir seseorang dan bisa dipahami oleh orang lain maupun orang itu sendiri.








Daftar Referensi
Ahmadi, H. Abu. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Jarvis, Matt. 2010.Teori-Teori Psikologi Pendekatan Modern Untuk Memahami Perilaku, Perasaan & Pikiran Manusia. Bandung: Nusa Media
Uno, Hamzah B. 2008. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Internet
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=kaitan%20perilaku%20dan%20kognitif&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CEsQFjAH&url=http%3A%2F%2Fblog.elearning.unesa.ac.id%2Fpdf-archive%2Fhubungan-kognitif-dan perilaku.pdf&ei=E8ZZUKrGO4HKrAfgp4C4BA&usg=AFQjCNHWJG2NZnG7yIscBSAY0XmuIL7u2A
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20perilaku&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fbocahbancar.files.wordpress.com%2F2009%2F01%2Fpertemuan-i-pengertian-perilaku.ppt&ei=S8FZUN3dCYHZrQej9IC4BQ&usg=AFQjCNFELcPXsbVQmIdvOWiPhV6ku7de8Q

Tidak ada komentar:

Posting Komentar