Perilaku dan Kognitif
A. Teori Belajar Kognitif
Teori belajar kognitif merupakan
teori belajar yang lebih menitik beratkan pada proses belajar dari pada nilai
dari hasil belajar itu sendiri. Pada
masa awal dikenalkannya aliran ini, para ahli menjelaskan bagaimana siswa
mengolah stimulus, dan bagaimana siswa tersebut bisa sampai pada respon
tertentu. Namun lambat laun perhatian
ini mulai bergeser. Saat ini perhatian
mereka tertuju pada proses bagaimana suatu ilmu yang baru berasimilasi dengan
ilmu yang sebelumnya telah dikuasai oleh siswa tersebut.
Menurut teori ini,ilmu pengetahuan dibangun dalam diri individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkugan.
1. Kognitif menurut Ahli
a. Jean Piaget
Menurut Piaget (1975) salah seorang penganut aliran kognitif
yang kuat, bahwa proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan, yakni: 1.
Asimilasi (penyatuan); 2. Akomodasi (penyesuaian); 3. Equilibrasi
(penyeimbangan).
Menurut Piaget, proses belajar harus disesuaikan dengan
kognitif yang dilalui siswa, yang dalam hal ini Piaget membaginya menadi emoat
tahap, yaitu:
1. Tahap
sensori-motor (ketika anak berumur 1,5 sampai 2 tahun),
2. Tahap
Pra-operasional (2/3 sampai 7/8 tahun),
3. Tahap
Operasional-konkret (7/8 sampai 12/14 tahun), dan
4. Tahap
Operasional-formal (12 tahu atau lebih)
Proses belajar dari masing-masing
tahapan merupakan hal yang berbeda satu sama lainnya. Secara umum, semakin
tinggi tingkat kognitif seseorang semakin teratur (dan juga semakin abstrak)
cara berpikirnya.
b. Ausubel
Menurut Ausubel (1968), siswa akan belajar dengan baik jika
apa yang disebut “pengatur kemajuan (belajar)” (Advance organizers) didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik
dan tepat kepada siswa. Ausubel percaya
bahwa “Advance organizers” dapat
memberikan tiga macam manfaat, yaitu:
1.
Dapat menyediakan suatu kerangka konseptual
untuk materi belajar yang akan dipelajari oleh siswa;
2.
Dapat berfungsi sebagai jembatan yang
menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari siswa “saat ini” dengan apa
yang “akan” dipelajari siswa; sedemikian rupa sehingga
3.
Mampu membantu siswa untuk memahami bahan
belajar secara lebih mudah.
c. Bruner
Bruner (1960) mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teori
ini, proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi
kesempatan kepada siswa untuk menemukan suat aturan (termasuk konsep, teori,
definisi, dan sebagainya) mellui cotoh-contoh yang menggambarkan (mewakili)
aturan yang menjadi sumbernya. Dengan kata lain, siswa dibimbing secara
induktif untuk memahami suatu kebenaran umum.
Bruner berbandangan bahwa teori belajar itu bersifat
deskriptif, sedangkan pembelajaran itu bersifat preskriptif.
Secara umum, proses kognitif dapat dibagi menjadi lima bidang studi:
1.
Presepsi (perception)
Presepsi adalah memasukkan dan
menganalisa informasi dari dunia luar.
2.
Perhatian (attention)
Proses perhatian memungkinkan kita
berkonsentrasi pada suatu sumber informasi atau lebih dan tetap mempertahankan
informasi tersebut.
3.
Ingatan (memory)
Ingatan adalah simpanan informasi
tentang fakta, kejadian, dan keterampilan.
4.
Bahasa (language)
Bahasa meliputi penggunaan
lambang-lambang sebagai alat berkomunikasi dan berfikir.
5.
Berfikir (thinking)
Groome et
al. (1999) menyatakan, berfikir meliputi “beragam aktifitas mental seperti
ide-ide baru, membuat teori, memperdebatkan sesuatu, membuat keputusan, dan
memecahkan masalah”.
Aliran Psikologi kognitif
menekankan proses-proses mental dan pengaruhnya pada perilaku kita. Kognitif
merupakan suatu bidang studi yang berdiri sendiri, sekaligus sebuah pendekatan
untuk semua bidang psikologi.
B. Perilaku
a. Gambaran Umum Perilaku
Perilaku adalah merupakan
bentuk perbuatan/tindakan
serta perkataan seseorang yang
sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain atau pun orang
yang melakukannya.
·
Perilaku
mempunyai beberapa dimensi:
1)
fisik,
dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, durasi dan intensitasnya;
2)
ruang,
suatu perilaku mempunyai dampa kepada lingkungan (fisik maupun sosial) dimana perilaku itu
terjadi;
3)
waktu,
suatu perilaku mempunyai kaitan dengan masa
lampau maupun masa yang akan datang.
Perilaku diatur oleh prinsip dasar perilaku yang menjelaskan bahwa ada
hubungan antara perilaku manusia dengan peristiwa lingkungan. Perubahan
perilaku dapat diciptakan dengan merubah peristiwa didalam lingkungan yang
menyebabkan perilaku tersebut.
·
Perilaku
dapat bersifat covert ataupun overt, yang penjabaranya:
1)
overt
artinya nampak (dapat diamati dan dicatat)
2)
covert
artinya tersembunyi (hanya dapat diamati oleh orang yang melakukannya)
b. Karakteristik Prilaku
·
Fokus
kepada perilaku (prosedur pengubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku
bukan merubah karakter atau sifat seseorang)
Perilaku yang dirubah disebut target perilaku meliputi perilaku yang
berlebihan atau perilaku yang tidak/kurang
dimiliki oleh orang. Treatment
dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Pengubahan
perilaku akan lebih efektif apabila
dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu yang
perilakunya menjadi target pengubahan seperti guru, orangtua atau orang lain
yang dilatih tentang pengubahan perilaku.
C. Perilaku Kognitif
Dari
apa yang sudah dibahas dari penjabaran di atas,
maka pengertian perilaku kognitif merupakan bentuk perbuatan atau
tindakan yang merupakan ungkapan dari sebuah pola pikir seseorang dan bisa
dipahami oleh orang lain maupun orang itu sendiri.
Daftar Referensi
Ahmadi, H. Abu. 2003.
Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Jarvis, Matt. 2010.Teori-Teori
Psikologi Pendekatan Modern Untuk Memahami Perilaku, Perasaan & Pikiran
Manusia. Bandung: Nusa Media
Uno, Hamzah B. 2008. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran.
Jakarta: Bumi Aksara
Internet
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=kaitan%20perilaku%20dan%20kognitif&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CEsQFjAH&url=http%3A%2F%2Fblog.elearning.unesa.ac.id%2Fpdf-archive%2Fhubungan-kognitif-dan
perilaku.pdf&ei=E8ZZUKrGO4HKrAfgp4C4BA&usg=AFQjCNHWJG2NZnG7yIscBSAY0XmuIL7u2A
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20perilaku&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fbocahbancar.files.wordpress.com%2F2009%2F01%2Fpertemuan-i-pengertian-perilaku.ppt&ei=S8FZUN3dCYHZrQej9IC4BQ&usg=AFQjCNFELcPXsbVQmIdvOWiPhV6ku7de8Q
Tidak ada komentar:
Posting Komentar